
"Tetap kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allah lah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya" (Filipi2:12b-13)
Kita semua suka menyalahkan orang lain. Kita mewarisi kesalahan ini dari Adam, yang mengacungkan jarinya untuk menyalahkan Hawa. Hawa kemudian menyalahkan iblis (lihat Kejadian 3:11-13). Barangkali keinginan Anda untuk menghindari kesalahan telah menimbulkan beberapa masalah dalam hidup Anda dan juga dalam relasi Anda.
Sadar atau tidak sikap menghindar yang sering kita lakukan membuat menjadi kita menjadi orang yang selalu melepaskan tanggung jawab. Kita takut dengan yang namanya Bertanggung Jawab dan akhirnya hidup kita akan selalu menjadi pengikut dimana pun kita berada.
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi menyatakan bahwa keselamatan yang telah diberikan Tuhan haruslah tetap mereka jaga. Paulus tidak ingin jemaat Filipi menjadi malas dan akhirnya meremehkan keselamatan yang dianugerahkan Tuhan.Paulus ingin jemaat di Filipi sadar bahwa setelah mendapatkan keselamatan, mereka mempunyai tanggung jawab di dalam Tuhan, yakni menjalani hidup yang mencerminkan Dia dan prinsip-prinsipNya. Tanggung jawab yang sama tersebut harus kita ambil saat ini seperti yang diberikan Paulus kepada jemaat di Filipi.
Anda tidak perlu terlalu memusingkan bagaimana menjalankan tanggung jawab tersebut karena Allah sudah berjanji menyertai Anda,
memberikan kekuatan kepada Anda untuk melakukan apa yang menjadi tujuan-Nya. Dan hubungan rekan kerja ini dimana Anda dan Allah melakukan bagiannya masing-masing, inilah yang akan membantu Anda menemukan jalan Allah bagi Anda.
Persoalan yang sering terjadi dalam kehidupan manusia pada umumnya adalah terkadang kita menerima akibat perbuatan masalah yang tidak pernah kita perbuat. Kita bagaikan orang yang tidak bersalah yang terperangkap dalam sebuah percekcokkan. Seorang lelaki yang kompeten dan suka bekerja keras diberhentikan dari pekerjaannya karena keadaan ekonomi saat itu tidak memuaskan. Seorang istri yang setia mengalami kehidupan yang menyedihkan karena suaminya malas dan suka mengontrol. Fakta-fakta inilah yang terkadang terjadi dalam kehidupan manusia di bumi ini.
Terkadang kita harus bertanggung jawab atas situasi yang bukan kesalahan kita. Lelaki yang kena PHK secara tidak adil tadi mungkin akan mengeluh dan menyatakan bahwa ia harus diberi pekerjaaan. Tentu saja hal seperti itu tidak akan membawanya ke mana-mana. Ia harus menerima situasi itu dan mulai mencari pekerjaan baru. Begitupun dengan istri yang tidak bahagia tersebut, ia tidak bisa diam saja menerima perlakuan seperti itu karena itu tidak akan membuatnya lebih bahagia. Ia harus bertanggung jawab atas pernikahannya dan mencari konselor pernikahan, entah suaminya ikut bersamanya atau tidak.
Yang perlu Anda sadari dari situasi seperti diatas adalah menentukan siapa yang bersalah dalam situasi tersebut tidaklah penting, melainkan melakukan peranan Anda dalam situasi tersebut karena itu adalah tanggung jawab Anda itulah yang terpenting. Ketika Anda melakukannya, Allah membuka jalan.
Bagaimana Dapat Memikul Tanggung Jawab Anda
Sisi lain dari menentukan siapa yang bertanggung jawab adalah sikap menerima. Apabila Anda sudah mau menerima kenyataan dalam hidup Anda, Anda akan dimampukan untuk melakukan perubahan. Sikap menerima membebaskan Anda untuk melakukan sesuatu, membuat rencana, menyelesaikan situasi, dan memperbaiki yang keliru.
Berikut ini hal-hal yang dimana Anda dapat mulai mengambil tanggung jawab dalam hidup Anda. Ketika Anda bekerja bersama Allah dalam mengambil tanggung jawab, Anda mendapati jalan keluar-Nya atas situasi sulit Anda.
Kebahagiaan Anda sendiri. Mintalah Allah untuk membantu Anda menerima kepedihan atau rasa tidak nyaman yang Anda alami. Lalu mintalah Dia untuk membantu Anda menemukan kelegaan.
Pokok persoalan yang spesifik. Tentukan apa yang menjadi akar penyebab permasalahan Anda. Apakah itu putusnya suatu hubungan, perjalanan iman, atau kebiasaan yang tidak juga hilang?
Sumber bantuan. Anda harus mulai mencari jalan dengan menggali sumber bantuan yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan masalah Anda. Kumpulkanlah semuanya itu, kalau perlu kunjungi orang-orang yang dapat memberikan jawaban dan dorongan semangat.
Kelemahan dan rintangan. Kenali wilayah dimana Anda tidak memiliki kekuatan yang Anda butuhkan untuk memenuhi rintangan, lalu mulailah meningkatkan wilayah-wilayah itu.
Pertanggungan jawab. Bergabunglah dengan kelompok yang akan menilai hal-hal yang menjadi tanggung jawab Anda. Mintalah masukkan dari mereka akan kekurangan yang Anda lakukan.
Tim pendukung. Carilah teman-teman yang sungguh-sungguh setia kawan danm au menghibur, tetapi tidak juga membiarkan Anda mengelakkan tanggung jawab Anda untuk mengambil langkah selanjutnya dalam menyelesaikan pokok permasalahan Anda.
Kini dan di sini. Arahkanlah perhatian pada pokok permasalahan hari ini, bukan berangan-angan tentang hari kemarin atau mendapatkan bantuan di hari esok. Orang yang bertanggung jawab atas hidupnya tahu bagaimana hidup di masa kini karena itulah yang harus mereka lakukan.
Mengambil sikap defensif, yakni dengan menyalahkan orang lain bukanlah sebuah jawaban atas kondisi dan situasi yang tidak mengenakkan yang Anda alami. Mulailah membuka hati Anda dan ambillah kesempatan tersebut untuk memegang peranan menjadi seorang pengubah situasi.
11.16.2009
MENGAKUI KESALAHAN DAN KELEMAHAN
CARA PANDANG TERHADAP BEBAN HIDUP

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul
beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey
mengangkat segelas
air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira
segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah
berat absolutnya,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya
memegangnya selama 1
jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1
hari penuh, mungkin anda
harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan
mampu membawanya
lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang
harus kita lakukan adalah
meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan
beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu
membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban
pekerjaan. Jangan bawa
pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada
dipundak anda hari ini, coba
tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil
lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal
terindah dan terbaik
di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh
di relung hati kita.
Start the day with smile and have a good day........
10.02.2009
Dengan apakah kau datang??
Suatu hari seorang pendeta yang terkenal di daerahnya didatangi oleh seorang jemaat. Jemaat tersebut buta sejak lahir. Jemaat tersebut berkata:
Jemaat : Pak Pendeta, sudilah kiranya anda menyembuhkan mata saya yang sudah buta sejak lahir.
Pendeta : Baiklah, namun saya mau bertanya satu hal. Dengan apa bapak datang kemari ??
Jemaat : Dengan Iman Pak!!
Pendeta : Bagus, maka dengan imanmu pulalah kamu akan disembuhkan.
Jemaat : (Memanggil anaknya yang bernama Iman) Man, man, kenapa kamu tidak bilang dari dulu kalau kamu bisa menyebuhkan saya??
Pendeta :@#$%^!???
10.01.2009
BAYANGKAN TUHAN BICARA PADAMU DAN BERUJAR ?

Engkau tidak usah pintar untuk menghiburku; yang engkau harus lakukan adalah ingin mengasihiKu. Bicaralah padaKu, sebagaimana engkau bicara pada orang yang engkau sukai.
Apakah ada orang yang ingin engkau doakan?
Katakanlah nama-nama mereka padaKu, dan mintalah sebanyak yang kau inginkan. Aku pemurah dan mengetahui semua kebutuhan mereka, namun Aku ingin engkau menunjukkan kasihmu pada mereka dan padaKu, dengan jalan mempercayakan padaKu untuk melakukan apa yang Kuanggap terbaik. Ceritakan padaKu tentang si miskin, si sakit dan para pendosa; dan apabila engkau telah kehilangan persahabatan ataupun kasih dari seseorang, ceritakan padaKu tentang hal itu juga.
Apakah ada yang kau inginkan untuk jiwamu?
Bila kau mau, kau dapat menuliskan suatu daftar yang panjang tentang semua kebutuhanmu, dan bacakanlah daftar itu padaKu. Katakanlah padaku tentang kebanggaanmu, ketersinggunganmu, sifat mementingkan diri sendiri, kekikiran dan kemalasanmu. Janganlah malu mengatakannya; ada banyak orang kudus di surga yang pernah mengalami apa yang kau alami; mereka pernah berbuat kesalahan-kesalahan seperti engkau; mereka berdoa padaKu dan lambat laun kesalahan mereka diperbaiki.
Janganlah ragu memohon padaKu berkat-berkat untuk tubuh dan pikiranmu; untuk kesehatanmu, ingatanmu dan keberhasilanmu. Aku dapat memberikan apapun, dan Aku memang selalu memberikan apa saja untuk membuat jiwa-jiwa menjadi lebih suci.
Apakah yang kau inginkan hari ini? Katakanlah padaKu, karena Aku ingin berbuat baik padamu.
Apakah rencana-rencanamu? Katakanlah padaKu.
Apakah ada orang yang ingin kau hibur? Apakah yang ingin kau perbuat bagi mereka?
Dan, apakah kau tidak ingin berbuat sesuatu bagiKu? Apakah kau tidak ingin berbuat sedikit kebaikan bagi jiwa teman-temanmu yang mungkin telah melupakan Aku? Ceritakanlah tentang kegagalan-kegagalanmu, dan Aku akan menunjukkan padamu hal-hal yang menjadi penyebabnya. Apa sajakah kecemasanmu? Siapakah yang membuatmu menderita?
Ceritakanlah semuanya padaKu, dan tambahkanlah bahwa kau akan memaafkan dan melupakannya dan Aku akan memberkatimu.
Apakah kau takut akan sesuatu? Apakah ada ketakutan yang menyiksa dan tak berdasar yang kau rasakan? Percayakanlah dirimu padaKu. Aku ada di sini. Aku tidak akan meninggalkanmu.
Apakah engkau tidak mempunyai berita-berita gembira untuk diceritakan padaKu? Mengapa tidak kau ceritakan tentang kebahagiaanmu padaKu? Katakanlah padaku apa yang telah terjadi sejak kemarin, untuk menghibur dan menyenangkan hatimu. Apapun itu, betapapun besarnya, betapapun kecilnya, Akulah yang menyiapkannya (untukmu). Tunjukkanlah rasa syukurmu dan berterima kasihlah kepadaKu.
Apakah kau bertekad untuk tidak terjebak dalam godaan-godaan?
Apakah telah kau putuskan mana buku-buku yang buruk dan persahabatan-persahabatan yang tidak baik? Semua itu mengganggu ketenangan jiwamu. Apakah engkau akan berbaik hati pada orang yang menyakitimu?
Baiklah, pergilah sekarang. Teruskanlah pekerjaanmu. Cobalah untuk lebih tenang, lebih rendah hati, lebih pengertian, lebih baik; dan datanglah segera dan bawa padaKu hati yang lebih mengabdi. Besok aku akan memberimu lebih banyak berkat.
"Inilah kasih itu. Bukan kita mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita, dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita"
(1 Yohanes 4:10)
9.30.2009
MALAIKAT DAN PENGUSAHA

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!"
"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ..." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."
Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu."
Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha," si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.
Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua - itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu."
Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, "Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.
Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!
Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"
Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."
Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00."
Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
"Bukankah itu Panti Asuhan?" kata si pengusaha pelan.
"Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri."
"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.
Walau hanya cerita, tetapi mengingatkan kita betapa Tuhan sangat mengasihi kita dan selalu memberi kita kesempatan untuk bertobat. Tuhan tidak rela kehilangan anak2Nya. Sebesar apapun dosa dan pelanggaran kita Tuhan selalu bersedia mengampuni kita jika kita menyesal dan bertobat serta berbalik kepadaNya.
9.28.2009
KEBERANIAN MENGAKUI KESALAHAN

Dibalik cerita Pedonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan
Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei
1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota, tak tahu aku bener engga
nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam.
Tak lama kemudian,sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit
hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk
memelihara anak ini. Sayangnya,sang bayi kini menderita leukemia (kanker
darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera.
Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya. Berharap
agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia menghubungi
Dr. Adely di RS Elisabeth.
Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar.Setiap orang
membicarakannya.Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul
Padahal jelas ia akan menghadapi kesulitan besar, Jika ia berani muncul, ia
akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah
tangganya sendiri. Jika iatetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi
membuat dosa yang tak terampuni. Kisah ini akanberakhir bagaimanakah ?
Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata menyimpan suatu
kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali.Martha, 35 thn, adalah
wanita yang menjadi pembicaraan semua orang.
Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua
anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik
perhatian setiaporang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya
tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan kakeknya
berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini
Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam
tinggi. Terakhir ,Dr.Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan
satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling
cocok untuknya.Dokter menjelaskan lebih lanjut.
Diantara mereka yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan cara yang
paling mudah untuk menemukan pedonor tercocok. Harap seluruh anggota
keluarga kalian berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang
belakang.
Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani
pemeriksaan.Hasilnya tak satupun yang cocok.Dokter memberitahu mereka, dalam
kasus seperti Monika ini, mencari pedonor yang cocok sangatlah kecil
kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu carayang paling manjur, yaitu Martha
dan suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak untuk
Monika.Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata tanpa
suara Tuhan..kenapa menjadi begini ?
Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa.
Peterson mengerutkan keningnya berpikir.Dr. Adely berusaha menjelaskan pada
mereka, saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk menolong nyawa
para penderita leukimia, lagi pula cara ini terhadap bayi yang baru
dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya. Hal ini hanya didengarkan oleh
pasangan suami istri tersebut, dan termenung begitu lama. Terakhir mereka
hanya berkata, Biarkan kami memikirkannya kembali.
Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang
kerjanya terbuka, pasangan suami-istri tersebut.Martha menggigit bibirnya
keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata serius pada
dokter. Kami ada suatu hal yang perlu memberitahumu. Tapi harap Anda
berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan rahasia kami
suami-istri selama beberapa tahun.Dr.Adely menganggukkan kepalanya.
Itu adalah 10 tahun lalu, bulan 5 1992.Waktu itu anak kami yang pertama,
Eleana telah berusia 2 tahun. Martha bekerja di sebuah restoran fast
food.Setiap hari pukul 10 malam baru pulang kerja. Malam itu, turun hujan
lebat. Saat Martha pulang kerja, seluruh jalanan telah tiada orang satupun.
Saat melalui suatu parkiran yang tak terpakai lagi.
Martha mendengan suara langkah kaki, dengan ketakutan memutar kepala untuk
melihat, seorang remaja berkulit hitam tengah berdiri di belakang
tubuhnya.Orang tersebut menggunakan sepotong kayu, memukulnya hingga
pingsan, dan memperkosanya. Saat Martha sadar, dan pulang ke rumah dengan
tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul 1 malam.Waktu itu aku bagaikan
gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk membuat perhitungan.Tapi
telah tak ada bayangan orang satupun. Malam itu kami hanya dapat memeluk
kepala masing-masing menahan kepedihan.Sepertinya seluruh langit runtuh.
Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan
kembali . Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa
sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik orang
hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih
mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi
kami.Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan.Maret 1993, Martha
melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa,
pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tapi mendengar
suara tangisnya, kami sungguh tak tega.Terlebih lagi bagaimanapun Martha
telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa.
Aku dan Martha merupakan warga Kristen yang taat, pada akhirnya kami
memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya namaMonika.
Mata Dr.Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya iamemahami kenapa bagi
kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal yang sangat
mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukkan kepala berkata Memang
jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan sulit untuk
mendapatkan donor yang cocok untuk Monika.
Beberapa lama kemudian, ia memandang Martha dan berkata Kelihatannya,
kalian harus mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnya, atau
sumsum tulang belakang anaknya ada yang cocok untuk Monika.Tetapi, apakah
kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian ?
Martha berkata : "Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila
ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya. Dr.Adely
merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu. Berita pencarian yang
istimewa ini mengakibatkan banjir pedonor sumsum tulang belakang.
Terlebih lagi lewat waktu begitu lama, mau mencari sang pemerkosa dimana
Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya
memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama
samaran. November 2002, di koranWayeli termuat berita pencarian ini, seperti
yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan
waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak
perempuan penderita leukimia !
Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan.Kotak
suratdan telepon Dr. Adely bagaikan meledak saja, kebanjiran suratmasuk dan
telepon, orang-orang terus >bertanya siapakah wanita ini Merekaingin
bertemu dengannya, berharap dapat >memberikan bantuan padanya. >Tetapi
Martha menolak semua perhatian mereka, iatak ingin mengungkapkan identitas
sebenarnya, lebih tak ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil
pemerkosaan terungkap.
Saat ini juga seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita
ini berakhir.(suratkabar Roma) Komentar dengan topik : Orang hitam itu akan
munculkah ? Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat
kita sekarang menilainya Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk
menghakiminya Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya,
ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini ? ( Surat
kabar Wayeli) manulis topik Bila Anda orang berkulit hitam itu, apa tindakan
yang Anda lakukan? sebagai bahan diskusi. Dan menarik berbagai pendapat akan
sulitnya berada di dua pilihan ini. Bagian penjara setempat terus berupaya
membantu Martha, memberikan laporan terpidana hukuman pada tahun 1992 pada
RS.Dikarenakan jumlah orang berkulit hitam di kota ini hanya sedikit, maka
dalam 10 tahun terakhir ini juga hanya sedikit jumlah terhukum berkulit
hitam.Mereka berkata pada Martha :Sekalipun beberapa orang bukanlah terhukum
karena tindak perkosaan, tapi mungkin beberapa juga menemui hal seperti ini.
Beberapa orang ini juga sebagian telah keluar penjara, sebagian lainnya
masih berada di dalam penjara.Martha dan Peterson menghubungi beberapa orang
ini, begitu banyak terpidana waktu itu yang bersungguh-sungguh dan antusias
untuk memberikan petunjuk.
Tapi sayangnya, mereka semua bukanlah orang hitam yang memperkosanya waktu
itu.Tak lama kemudian, kisah Martha menyebar ke seluruh rumah tahanan, tak
sedikit terpidana yang tergerak karena kasih ibu ini, tak peduli mereka
berkulit hitam maupun berkulit putih, mereka semua bersukarela mendaftar
untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang, berharap dapat
mendonorkannya untuk Monika. Tapi tak satupun pedonor yang memenuhi kriteria
di antara mereka.
Berita pencarian ini mengharukan banyak orang, tak sedikit orang yang
bersukarela untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang, untuk
mengetahui apakah dirinya memenuhi kriteria.Para sukarelawan semakin lama
semakin bertambah, di Wayeli timbullah wabah untuk mendonorkan sumsum tulang
belakang.
Hal yang mengejutkan adalah kesediaan para sukarelawan ini menyelamatkan
banyak penderita leukimia lainnya, sayangnya Monika tak termasuk diantara
mereka yang beruntung.Martha dan Peterson menantikan dengan panik kemunculan
si kulit hitam.Akhirnya dua bulan telah lewat, orang ini tak muncul-muncul
juga.Dengan tidak tenang, mereka mulai berpikir, mungkin orang hitam itu
sudah telah meninggalkan dunia ini Mungkin ia telah meninggalkan jauh-jauh
kampung halamannya. Sudah sejak lama tak berada di Itali.Mungkin ia tak
bersedia merusak kehidupannya sendiri, tak ingin muncul
Tapi tak peduli bagaimanapun, asalkan Monika hidup sehari lagi, mereka tak
rela untuk melepaskan harapan untuk mencari orang hitam itu.Disaat sebuah
jiwa merana tak menentu, harapan selalu disaat keputusasaan melanda kembali
muncul. Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese,
memporakporandakan perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30
tahun.Iaseorang kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu,
iamemiliki lembaran tergelam merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan
itu. Ia adalah sang peran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka,
Ajili yang sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring
panggilan.Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak iamasih muda, ia
yang tak pernah mengenyam dunia pendidikan terpaksa bekerja sejak dini. Ia
yang begitu pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat
demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya,
bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikannya.Tak
peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya.17 Mei 1992,
merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang kerja lebih awal
merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah kesibukan ia
memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya, memaksanya untuk
menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul sang bos, lalu
berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia bertekad
untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan lebat, tiada
seorangpun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk membalaskan
dendamnya akibat pendiskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang tak
berdosa ini.
Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan.Malam itu juga ia
menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju Napulese,
meninggalkan kota ini.Di Napulese, ia bertemu keberuntungannya.Ajili
mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika.Kedua
pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya
dengan anak perempuan merka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya
untuk mengelola toko mereka.Beberapa tahun ini, iayang begitu tangkas, tak
hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak yang
lucu.
Dimata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili merupakan bos
yang baik, suami yang baik, ayah yang baik.Tapi hati nuraninya tetap
membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya.
Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita
yang pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup damai dan tentram. Tapi
ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun. Pagi hari
itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus mempertimbangkan
kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Sedikitpun ia tak pernah
membayangkan bahwa wanita malangitu mengandung anaknya, bahkan menanggung
tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah
miliknya.
Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi no.Telepon Dr.Adely.Tapi
setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, iatelah menutupnya
kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia mengakui semuanya,
setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini, anak-anaknya tak
akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya yang bahagia dan
istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan masyarakat
disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja kerasnya
bertahun-tahun. Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga
mendiskusikan kasus Martha.Sang istri, Lina berkata : : "Aku sangat
mengagumi Martha. Bila aku diposisinya, aku tak akan memiliki keberanian
untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi
lagi suami Martha, ia sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia
dapat menerima anak yang demikian". Ajili termenung mendengarkan pendapat
istrinya, dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan :Kalau begitu, bagaimana
kau memandang pelaku pemerkosaan itu ?
Sedikitpun aku tak akan memaafkannya !!! Waktu itu ia sudah membuat
kesalahan, kali ini juga hanya dapat meringkuk menyelingkupi dirinya
sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu egois, begitu pengecut ! Ia
benar-benar seorang pengecut ! demikian istrinya menjawab dengan dipenuhi
api kemarahan.Ajili mendengarkan saja, tak berani mengatakan kenyataan pada
istrinya.Malam itu, anaknya yang baru berusia 5 tahun begitu rewel tak
bersedia tidur, untuk pertama kalinya Ajili kehilangan kesabaran dan
menamparnya.Sang anak sambil menangis berkata :"Kau ayah yang jahat, aku tak
mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau menjadi ayahku".Hati Ajili bagai
terpukul keras mendengarnya, ia pun memeluk erat-erat sang anak dan berkata
: "Maaf, ayah tak akan memukulmu lagi. Ayah yang salah, maafkan papa ya".
Sam pai sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut dibuatnya, dan
buru-buru berkata padanya untuk menenangkan ayahnya : "Baiklah, kumaafkan.
Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki
kesalahannya.Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan
terbakar dalam neraka.Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan
deras itu, dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit
tangis wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri :
"Aku ini sebenarnya orang baik, atau orang jahat ?" Mendengar bunyi napas
istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk
berdiri. Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya mulai
merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian padanya
dengan menanyakan apakah ada masalah Dan ia mencari alasan tak enak badan
untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya
ramah : "Selamat pagi, manager !" Mendengar
itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan
tak menentu dan rasa malu.Ia merasa dirinya hampir menjadi gila saja
rasanya.
Setelah berhari-hari memeriksa >hati nuraninya, Ajili tak dapat lagi terus
diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga
suaranya supaya tetap tenang : "Aku ingin mengetahui keadaan anak malang
itu. Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr.Adely
menambahkan kalimat terakhirnya berkata :"Entah apa ia dapat menunggu hari
kemunculan ayah kandungnya. Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang
paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar,
bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri ! Ia pun
membulatkan tekad untuk menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan
sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam
hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu
sang istri tentang segala rahasianya. Terakhir ia berkata : "Sangatlah
mungkin bahwa aku adalah ayah Monika Aku harus menyelamatkannya Lina sangat
terkejut, marah dan terluka, mendengar
semuanya, ia berteriak marah :"Kau PEMBOHONG !" Malam itu juga iamembawa
ketiga anak mereka, dan lari pulang ke rumah ayah ibunya. Ketika ia
memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan kedua suami-istri tersebut
dengan segera mereda.Mereka adalah dua orang tua yang penuh pengalaman
hidup, mereka menasehatinya :"Memang benar, kita patut marah terhadap segala
tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi pernahkah kamu memikirkan, ia dapat
mengulurkan dirinya untuk muncul, perlu berapa banyak keberanian besar. Hal
ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum sepenuhnya terkubur. Apakah kau
mengharapkan seorang suami yang pernah melakukan kesalahan tapi kini
bersedia memperbaiki dirinya Ataukah seornag suami yang selamanya menyimpan
kebusukan ini didalamnya ?" Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama.
Pagi-pagi di hari keuda, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata
sang suami yang dipenuhi penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata
:"Ajili, pergilah menemui Dr. Adely ! Aku akan menemanimu !"
3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr. Adely.8 Februari,
pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA
Ajili.Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika.Ketika Martha mengetahui
bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan dirinya,
ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus memendam
dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan
terharu. Segalanya berlangsung dalam keheningan.Demi untuk melindungi
pasangan Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan
jelas identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan
keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung Monika
telah ditemukan.
Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka terus-menerus
menelepon, menulis suratpada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan
kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka
padanya. Mereka berpendapat :"Barangkali ia pernah melakukan tindak pidana,
namun saat ini ia seorang pahlawan !"
10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu
muka langsung dengan Ajili.Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka,
namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini. 18 Februari,
dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung dengan
Ajili.
Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Marth, langkah kakinya
terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya melangkah
maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing, sesaat
ketiga >orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya
air mata mereka bersama-sama mengalir. Beberapa waktu kemudian, dengan suara
serak Ajili berkata : "Maaf...mohon maafkan aku !"
Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10 tahun. Hari ini akhirnya
aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu.Martha
menjawab :"Terima kasih Kau dapat muncul. Semoga Tuhan memberkati, sehingga
sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku".
19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang
Ajili.Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika Sang
dokter berkata dengan antusias : "Ini suatu keajaiban !"
22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya
terkabulkan.Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya
Monika telah melewati masa kritis.Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar
RS dengan sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan
secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk
merayakannya.Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely membawa
suratnya bagi mereka. Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa
malunya berkata :"Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian.
Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama
kalian.Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku, aku
akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian". Saat ini juga, aku
sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah
yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat
memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia
di saparoh usiaku selanjutnya.Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku !
9.27.2009
PENGORBANAN YANG SIA-SIA

Boni adalah seorang cowo yg menjadi buta karena sebuah kecelakaan..
Sejak ia menjadi buta..ia merasa terasing dari lingkungannya.
Ia merasa tidak ada seorang pun yg memperhatikan atau menyayanginya.
Hingga kemudian hadirlah Gina dalam hidupnya. Gina sangat sayang dan perhatian pada Boni. Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Boni sebagai suatu kekurangan yg berarti. Ia sungguh-sungguh mencintai Boni dengan tulus.
Suatu hari berkatalah Boni kepada Gina
B : Gin...mengapa kamu begitu menyayangiku..?
G: hmmm..entahlah..aku tidak pernah tau alasan mengapa aku begitu menyayangimu..yg aku tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu Bon..(tersenyum)
B : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat untukmu..? apa yg
bisa aku berikan buatmu..?
G : Boni..aku tidak mengharap apapun darimu..buatku..kamu bisa ceria
setiap hari dan menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup..aku senang ketika kau merasa senang..
B : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu menyayangi aku yg
buta seperti ini..
G : (menggenggam tangan Boni sambil tersenyum)
B : Gina..kalo sampai suatu saat nanti aku bisa melihat lagi..aku pasti akan menikahimu..karena hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus menyayangiku...
G : benarkah..?
B : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa melihat, PASTI aku akan
menikahimu..
G : (terharu) terima kasih Boni..aku sangat menyayangimu...
B : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga sangat menyayangimu Gin..
Singkat cerita..Boni melakukan operasi cangkok mata dan berhasil..ia mampu
melihat lagi..
Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Gina.. Pergilah ia mencari Gina..sampai ia berhasil menemukannya...
Namun...alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa ternyata Gina adalah
seorang gadis buta..Ia tidak bisa menerimanya..Ia pun menolak Gina..
Ia lupa akan semua janjinya...
G : Bon..bukankah kamu sudah berjanji akan menikah denganku..?
B : ummm....(bimbang) ya memang aku pernah berkata begitu..tapi tidak
dengan keadaanmu yg seperti ini..
G : Bagaimana mungkin kamu mengingkari janjimu sendiri..? bukankah kau
bilang hanya aku satu-satunya orang yg menyayangimu..?
B : eeeerr...maaf Gina..tapi aku tidak bisa menikah dengan gadis buta..maaf..
Boy pun pergi meninggalkan Gina..
Gina yang kecewa dan merasa dikhianati..memilih untuk bunuh diri..
Saat ia ditemukan meninggal..ada sepucuk surat disakunya..
"Dear Boni...
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan padamu..tidak banyak yg bisa
aku lakukan untukmu...Namun..aku sungguh-sungguh tulus menyayangimu...Semoga kedua mataku itu bisa berguna bagimu..bisa membawakan terang dan keceriaan dalam hidupmu kembali.."
Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu hanya dengan mata..melainkan
juga dengan hati kita..Mata itu bisa menipu..namun hati tidak..kata hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam hidup manusia..
9.26.2009
10 KESALAHPAHAMAN TENTANG KESUKSESAN
Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.
Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.
Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.
Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.
Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.
Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.
Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.
Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.
Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.
Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"
Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.
(diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M. Allen.
CoachJim.com)
9.25.2009
Kisah seorang Ibu

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.
Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!"
Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, "Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"
"Nama saya Elic, Tante."
"Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?"
Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric...
Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu." tTpi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak...
Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric...
Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya...
Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"
Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."
Saya pun membaca tulisan di kertas itu...
"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."
Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!"
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana. Nyonya,dosa anda tidak terampuni!"
Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi. (kisah nyata di irlandia utara)
9.20.2009
2 dolar

Dia mendekati aku
Bertanya apakah aku punya 2 dolar
Aku terkejut
Mulutku tertutup
Bahkan mataku tak sanggup menatapnya
Jantungku berdegup semakin kencang
Aku hanya menggelengkan kepala
Dari gerakan itu
Ia mengerti jawabanku
Ia meninggalkanku
Dan mencoba mendapatkan 2 dolar dari orang lain
Kulihat dia
Kira-kira 25 tahun lebih
Penampilan berantakan, tidak bercukur, agak kotor
dan sepertinya sedang bingung
Ia tidak mendapatkan sekeping 2 dolar pun dari setiap penumpang yang
ada di
gerbong ini
Maka ia mencoba ke gerbong lain
Hatiku sesak
Sesungguhnya aku ingin menghampiri dia
Dan memberikan 2 dolar yang ia cari
Mungkin ia benar-benar membutuhkan uang itu
Mungkin ia bukan orang jahat
Mungkin ia
Mungkin ia
Mungkin ia
Begitu banyak kemungkinan
Bagaimana kalau orang itu adalah Tuhan?
Pernahkah terlintas di benak anda
Kalau Tuhan menjelma menjadi salah seorang seperti pria tadi
"Ketika aku lapar, kau tidak memberiku makan"
Bagaimana ketika pada saat kita bertemu denganNya
ia bertanya
"Ketika aku memerlukan 2 dolar, kau tidak memberikan"
Apa reaksi kita?
Apa susahnya sih memberikan 2 dolar pada orang itu?
Uang di kantongku bahkan lebih dari itu
2 dolar tidak begitu berarti
Beli sepiring nasi saja tidak cukup
Aku menyadari bahwa
Rasa takut lah yang membentengi aku untuk berbuat kasih!!!!
Hatiku memang pernah dilukai
Dan membekas sampai sekarang
Handphoneku pernah diambil oleh seseorang
Tadinya ia berniat meminjam
Dan aku dengan polos meminjamkannya
Ternyata, ia mengkhianatiku
Ia membawa lari handphoneku
Aku sedih
Aku kecewa
Aku memarahi diriku yang terlalu polos
Yang terlalu mudah percaya orang
Sehingga kebaikanku disalahgunakan
Sejak saat itu
Aku menutup diriku
Aku hidup dalam ketakutan
Setiap bertemu orang asing
Aku diliputi rasa takut yang luar biasa
Kejadian itu membekas
Mengakibatkan aku sempat berpikir
untuk tidak berbuat baik lagi dengan orang asing
Tapi setelah beberapa saat
Pikiran itu berubah
Aku pikir aku tidak adil
Hanya karena orang itu aku menjadi dingin?
Aku sebenarnya tidak mau takut
Tapi rasa itu tetap ada
walaupun rasa takut itu semakin mengecil
tetapi tetap ada !!
Tuhan, tolong aku untuk menghancurkan tembok ketakutan ini
Sehingga aku bisa berbuat kasih
Apalah arti kotbah tentang kasih
kalau kita tidak mempraktekkannya?
Aku ingin
Mungkin aku masih belum bisa saat ini
Tapi aku terus berdoa
Suatu saat nanti
Aku akan terbebas
dan aku akan berbuat kasih
Kalau aku disakiti lagi,
biarlah.. dibalik rasa sakit itu ada rencanaNya
Aku yakin Ia akan melindungiku
Sampai saat ini
aku masih menangis
ketika aku melihat orang-orang yang membutuhkan
tetapi aku tidak dapat melakukan sesuatu untuk mereka
aku masih menangis
karena rasa takut itu masih ada padaku
aku masih menangis
karena aku tidak dapat memberikan sebagian apa yang ada padaku untuk
mereka
aku masih menangis
karena aku tidak dapat memberi tau mereka bahwa Tuhan menyayangi mereka
!!!!
Tahukah saudara, kata-kata apa yang ingin saya ucapkan
ketika suatu saat nanti saya berani memberikan uang 2 dolar?
"God Bless you.."
Sejak saat itu
setiap saya melihat kepingan 2 dolar
saya langsung teringat akan hal ini
Suatu saat nanti
saya ingin membagikan 2 dolar saya
kepada orang-orang yang membutuhkan
Saya sudah membayangkan,
perasaan saya ketika saya berhasil memberikannya
akan lebih bahagia daripada saat saya memberikan kolekte
karena saya bisa melihat ekspresi mereka
ketika uang 2 dolar ada di tangan mereka
dan saya berharap mereka bisa melihat Tuhan dalam diri saya sendiri
dan saya juga berharap
agar saya bisa melihat Tuhan dalam diri mereka
Doakan saya supaya saya dapat segera melakukannya
Saya berharap kalian bisa berbuat apa yang belum bisa saya lakukan
They need us..
9.06.2009
Andy,sahabat Yesus

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah bebatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya di mana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.
Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.
“Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?”
“Ya, Bapa Pendeta!” Balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.
Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, “Jangan menyeberang jalan raya sendirian. Setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan. Jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat.”
“Terima kasih, Bapa Pendeta.”
“Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”
“Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan… sahabatku.”
Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.
Andy berkata…
Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya.
Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! Aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya. Lucunya, aku nggak begitu lapar.
Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa… paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.
Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah. Tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi. Tolong Tuhan…
Oh ya, Engkau tahu ibu memukulku lagin karena aku nakal. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, di sini… di sini… aku rasa Engkau tahu yang ini kan? Tolong jangan marahi Ibuku ya? Dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku… Itulah mengapa dia memukul kami.
Oh Tuhan… Aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik di kelasku, namanya Anita. Menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.
Hei… ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.
Ooops aku harus pergi sekarang.
Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, “Bapa Pendeta, Bapa Pendeta, aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!”
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah… suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.
Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.
Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa “Halo Tuhan… Aku…”
“Kurang ajar kamu bocah!!! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa???!!! keluar…!!!”
Andy begitu terkejut, “Di mana Bapa Pendeta Agaton? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya. Dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, ini hari ulang tahun-Nya, aku punya hadiah untuk-Nya…”
Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.
Sambil membuat tanda salib ia berkata “Keluarlah bocah… kamu akan mendapatkannya!!!”
Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja.
Dia mulai menyeberang ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang, sebab di situ ada tikungan yang tidak terlihat pandangan.
Andy melindungi hadiah tersebut di dalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut.
Waktunya hanya sedikit untuk menghindar, tapi itu tidaklah cukup…
Dan…
Andy pun tewas tertabrak. Orang-orang di sekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang yang tak bernyawa tersebut.
Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang tersebut. Dia menangis.
Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, “Maaf Tuan, apakah Anda keluarga bocah malang ini? Apakah Anda mengenalnya?”
Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam segera berdiri dan berkata, “Dia adalah sahabatku.”
Hanya itulah yang dia katakan.
Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan menaruhnya di dadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran…
Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy.
“Bagaimana Anda mengetahui putera Anda meninggal?”
“Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari.” ucap ibu Andy terisak.
“Apa katanya?”
Ayah Andy berkata, “Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu…”
“Apa yang dia katakan?”
“Dia berkata kepada puteraku… ‘Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku.’”
Dan sang Ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian, semuanya itu terasa begitu indah. Aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia… aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami. Aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku… Aku tidak dapat melukiskan sukacita di dalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa Pendeta, siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena Anda selalu berada di sana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal.”
Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya , dengan lutut gemetar dia berbisik, “Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa, kecuali dengan Tuhan.”
8.12.2009
MALAIKAT PELINDUNG

Suatu ketika,ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan.Maka,ia bertanya kepada Tuhan."Ya Tuhan,Engkau akan mengirimku kebumi
tapi aku takut,aku masih kecil dan tak berdaya.Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?"
Tuhanpun menjawab."Diantara semua malaikat-Ku,Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu.Dia akan merawatmu dan mengasihimu."
Si kecil bertanya lagi,"Tapi disini disurga ini aku tak berbuat apa-apa,kecuali tersenyum dan bernyanyi,semua itu cukup membuatku bahagia."
Tuhanpun menjawab,"TAk apa,malaikatmu itu,akan selalu menyenandungkan lagu untukmu,dan dia akan selalu membuatmu tersenyum setiap hari,kamu akan
merasakan cinta dan kasih sayang,dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia."
Namun sikecil bertanya lagi,"Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka,jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?"
Tuhan pun menjawab,"Malaikatmu itu,akan membisikanmu kata-kata yang paling indah,dia akan selalu sabar ada disampingmu,dan dengan kasihnya,dia akan
mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia." Si kecil bertanya lagi,"lalu bagaiamana jika aku ingin berbiacara kepadamu,Ya Tuhan?"
Tuhan pun menjawab,"Tenang,malaikatmu akan terus melindungimu,walaupun nyawa yang menjadi taruhannya.Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri
untuk keselamatanmu."Namun kini Si kecil malah sedih,"Ya Tuhan tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi."
Tuhan menjawab lagi,"Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagungan-KU,dan dia akan memdidikmu,bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-KU.Dia kan selalu
membimbingmu untuk selalu mengingat-KU,walau begitu Aku akan selalu ada disisimu."
Hening kedamaianpun tetap menerpa surga,Namun suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup."Ya Tuhan,aku akan pergi aku akan pergi sekarang,tolong,sebutkan nama malaikat
yang akan melindungiku...."
Tuahn pun memnjawab kembali."Nama malaikatmu tak begitu penting.kamu akan memanggilnya dengan sebutan
:IBU......"
8.11.2009
ANAK ANJING

Sebuah toko hewan peliharaan (pet store) memasang papan iklan yang menaik bagi anak-anak kecil, "Dijual Anak Anjing".
Segera saja seorang anak lelaki datang, masuk ke dalam toko dan bertanya "Berapa harga anak anjing yang anda jual itu?" Pemilik toko itu menjawab, "Harganya berkisar antara 30 - 50 Dollar."
Anak lelaki itu lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa keping uang, "Aku hanya mempunyai 2,37 Dollar, bisakah aku melihat-lihat anak anjing yang anda jual itu?" Pemilik toko itu tersenyum. Ia lalu bersiul memanggil anjing-anjingnya.
Tak lama dari kandang aning munculah anjingnya yang bernama Lady yang diikuti oleh lima ekor anak anjing. Mereka berlari-larian di sepanjang lorong toko. Tetapi, ada satu anak anjing yang tampak berlari tertinggal paling belakang. Si anak lelaki itu menunjuk pada anak anjing yang paling terbelakang dan tampak cacat itu.
Tanyanya, "Kenapa dengan anak anjing itu?" Pemilik toko menjelaskan bahwa ketika dilahirkan anak anjing itu mempunyai kelainan di pinggulnya, dan akan menderita cacat seumur hidupnya.
Anak lelaki itu tampak gembira dan berkata, "Aku beli anak anjing yang cacat itu." Pemilik toko itu menjawab, "Jangan, jangan beli anak anjing yang cacat itu. Tapi jika kau ingin memilikinya, aku akan berikan anak anjing itu padamu."
Anak lelaki itu jadi kecewa. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, "Aku tak mau kau memberikan anak anjing itu cuma-cuma padaku. Meski cacat anak anjing itu tetap mempunyai harga yang sama sebagaimana anak anjing yang lain. Aku akan bayar penuh harga anak anjing itu. Saat ini aku hanya mempunyai 2,35 Dollar. Tetapi setiap hari akan akan mengangsur 0,5 Dollar sampai lunas harga anak anjing itu."
Tetapi lelaki itu menolak, "Nak, kau jangan membeli anak anjing ini. Dia tidak bisa lari cepat. Dia tidak bisa melompat dan bermain sebagaiman anak anjing lainnya."
Anak lelaki itu terdiam. Lalu ia melepas menarik ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu tampaklah sepasang kaki yang cacat. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, "Tuan, aku pun tidak bisa berlari dengan cepat. Aku pun tidak bisa melompat-lompat dan bermain-main sebagaimana anak lelaki lain. Oleh karena itu aku tahu, bahwa anak anjing itu membutuhkan seseorang yang mau mengerti penderitaannya."
Kini pemilik toko itu menggigit bibirnya. Air mata menetes dari sudut matanya. Ia tersenyum dan berkata, "Aku akan berdoa setiap hari agar anak-anak anjing ini mempunyai majikan sebaik engkau."
8.01.2009
Kisah Aevo, si Pendaki Gunung

Bercerita tentang seorang pendaki gunung yang bernama Aevo, yang memaknai hidup dari perjuangan yang dia lakukan. Hampir seluruh waktu dalam hidupnya dipakai untuk menaklukkan gunung-gunung yang menjulang tinggi, hanya untuk melihat pemandangan mana yang terindah. Semakinn tinggi gunung yang dia taklukkan, semakin indah pemandangan yang ia dapatkan. Hingga pada suatu kesempatan,Aevo memutuskan untuk mendaki sebuah gunung yang amat tinggi. Aevo merasa itulah gunung tertinggi yang pernah ia hadapi. Dalam hati Aevo ada ketakutan,hal yang selalu datang dalam hatinya setiap akan mendaki sebuah gunung. Seperti biasa pula, Aevo berusaha menenangkan hatinya.
Setelah merasa cukup tenang,Aevo mulai melangkahkan kaki, selangkah demi selangkah. Mendaki gunung yang akan menghadiahi dia banyak tantangan dengan bekal seadanya.
Tidak terasa, Aevo sudah mendaki seperempat dari gunung tersebut. Aevo melihat sejenak ke belakang, jalan yang sudah ia lalui. Dalam pikirannya, dia berkata, "Ah, masih belum jauh." Sambil terus melangkahkan kakinya. Sampai langkahnya harus terhenti oleh seekor ular yang berjalan di hadapannya. Sesaat Aevo panik, dan ingin menghindar. Namun, sedikit gerakan tubuhnya, menyadarkan ular tersebut akan kehadiran Aevo di sekitarnya. Ular tersebut memandang Aevo yang sedang berusaha tenang, dan ternyata ketenangan Aevo akhirnya membuat ular tersebut pergi.
Aevo melanjutkan perjalannya dengan sisa bekal yang masih ada. Ketegangan karena ular tadi cukup membuat Aevo kehilangan tenaga. Kini Aevo sampai di posisi tengah dari gunung tersebut. Saat Aevo sadar akan posisinya, ada ketakutan muncul kembali dalam hatinya. Betapa jauh dan terjalnya jalan yang sudah ia lalui, dan yang masih akan dia jalani. Ditambah dengan bekal yang sudah sangat menipis. Aevo takut akan mati di tengah jalan. Sesaat kembali Aevo duduk dan mengumpulkan semangat, kembali pada motivasinya. Setelah yakin, Aevo kembali melangkah. Dia mulai dapat melihat pemandangan yang indah namun masih buram.
Sampailah Aevo pada tiga per empat bagian gunung itu. Ada pemandangan yang sangat mengerikan. Terdapat beberapa tulang belulang manusia di sana. Yang mungkin tewas saat mendaki dunung tersebut. Segera Aevo membuka bekal dan terkejut. Tinggal sepotong roti di sana. Pikiran Aevo terguncang, takut akan kematian yang ada dalam benaknya. Namun saat memandang ke bawah, Aevo sadar, sudah terlalu jauh. Saat memandang sekelilingnya, Aevo mulai melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat, namun masih buram. Dan saat ia memandang ke atas, dia sadar, tinggal beberapa langkah lagi. Segera Aevo menghabiskan roti itu, dan dengan tekad bulat memutuskan akan mendaki gunung tersebut sampai tuntas.
Langkah-langkah Aevo terus bergantian, walau lelah sudah tak terkatakan lagi. Aevo terus berusaha, walau terjatuh beberapa kali. Naik, naik, dan terus naik. Sampai Aevo melihat sebuah hamparan tanah datar, dan Aevo kembali terjatuh. Jatuh dan tak sanggup untuk bangun lagi. Aevo mencoba membuka mata dan melihat pemandangan yang sangat indah dan jelas. Keindahan dunia di bawah sana. Warna-warni yang dihasilkan dengan sangat harmonis oleh alam. Aevo sampai di puncak gunung. Gunung tersebut telah takluk. Aevo mengucap syukur, dan dengan pasrah menyerahkan tubuhnya, menyerahkan kelelahannya pada Sang Pencipta. Dia mati. Mati dalam kepuasan hidup. Mati dalam pengertian akan perjuangan hidup dan warna-warni kehidupan. Dedu dan tanah gunung menjadi selimut untuk tidur panjangnya. Eidelways sebagai hiasan dan batu gunung sebagai batu nisannya.
Inilah gambaran kehidupan yang akan, atau sedang, atau mungkin yang seharusnya kita alami. Tetaplah berusaha, yakin pada tujuan hidup kita. Percaya bahwa dari setiap perjuangan akan ada hasil. Sehingga kita pun dapat menghargai hidup kita, dan semakin percaya bahwa Tuhan akan selalu ada dalam hidup kita. Yang akan menghargai setiap usaha dalam hidup kita sesuai harga yang telah Dia tentukan. Sampai akhirnya kita pergi dari dunia dengan kepuasan hidup, dan yang terutama kelepasan yang sesungguhnya
7.26.2009
Batu Kecil & Mutiara
Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanan nya.
Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.
Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut,mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali. Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia.
Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. "Tuan begitu baik padaku,setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman".
Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta".
Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada. Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya.
Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu.Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri.
Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia. Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaan nya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu "Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian? Mengapa engkau mengecewakan aku?"
Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu "Wahai batu kecil, kamu telah ku pungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh? Mengapa engkau berkeluh kesah? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali".
Mengertikah apakah maksud cerita di atas ? Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.
Yer 29:11-12
Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan. Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.
7.23.2009
Kisah Rejeki, Sukses dan Kasih
Seorang wanita keluar rumah dan ia mendapatkan tiga orang tua berjanggut putih duduk di halaman rumahnya. Wanita itu tidak mengenal mereka dan berkata, “Aku tidak mengenal Anda semua, namun tentunya Anda lapar, mari masuk dan makan bersama kami.”
“Kita tak dapat masuk bersama-sama, Anda hanya bisa mengundang salah satu dari kami”, jawab mereka.
Salah seorang dari mereka memperkenalkan diri, “Saya adalah Sukses, teman saya ini adalah Rejeki dan yang ini adalah Kasih. Rundingkanlah dengan suamimu siapa yang ingin Anda undang.”
Wanita itu masuk dan menceritakan pada suaminya tentang ketiga orang asing di luar. Suaminya berkata, “Kalau begitu undanglah Sukses agar aku selalu sukses dalam pekerjaanku.” Namun wanita itu menyatakan pendapat yang lain, “Menurutku sebaiknya kita undang Rejeki agar kita selalu berkelimpahan Rejeki.” Menantu perempuan mereka yang ikut mendengarkan percakapan itu ikut berbicara, “
Menurutku kita undang saja Kasih agar rumah ini dipenuhi kasih.” Kedua suami isteri itu menyetujui pendapat menantunya dan mereka mengundang Kasih untuk masuk. Kasih pun bangkit dari duduknya berjalan masuk ke rumah. Namun kedua yang lain juga ikut bangkit dan ikut masuk. Keluarga itu heran, “Bukankah hanya Kasih yang kami undang, mengapa yang lain juga ikut?”
Kasih pun menjelaskan, “Bila kalian mengundang Sukses maka saya dan Rejeki tidak dapat masuk. Begitu juga bila kalian mengundang Rejeki maka saya dan Sukses harus tinggal di luar. Namun karena kalian mengundang aku maka kedua temanku akan menyertaiku. Karena di mana ada Kasih, di situ ada Sukses dan Rejeki.”
be strong, be happines and be joy brother.... Tuhan beserta kita always and all the time
7.18.2009
DOA PENYERAHAN TOTAL

"PAKAILAH AKU"
Pakailah aku,ya Juruselamat,untuk rencana apapun,dan dalam apapun yang engkau inginkan.Inilah hatiku yang miskin,bejana yang kosong;penuhilah dengan kasih karunia-Mu.Inilah jiwaku yang penuh dosa dan gelisah;perbarui dan segarkanlah jiwaku yang penuh dosa dan gelisah;perbaruhi dan segarkanlah dengan kasih-Mu.Ambilah hatiku menjadi tempat kediaman-Mu;pakailah mulutku untuk memuliakan nama-Mu keseluruh dunia;pakailah kasih yang ada padaku dan segenap kekuatanku,bagi pertumbuhan orang-orang percaya milik-Mu;dan kiranya penderitaan tidak membuat keteguhanku dan keyakinan imanku pupus;supaya setiap saat aku tetap dimampukan untuk mengatakan dengan segenap hatiku,"Yesus membutuhkanku,dan aku milik-Nya"
7.16.2009
NYANYIAN SEORANG KAKAK
Kisah nyata ini terjadi di sebuahRumah Sakit di Tennessee, USA. Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yg pertama, yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali
ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun seringmenyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi. Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! "Mami,... aku mau nyanyi buat adik kecil!" Ibunya kurang tanggap. "Mami,
....aku pengen nyanyi!" Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya."Mami, ....aku kepengen nyanyi!" Ini berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.
Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk! Karen ragu-ragu.
Tapi, suster.... suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: "Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!" Suster terdiam menatap Michael dan berkata, "Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!"
Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya..... . lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring ".....You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey...." Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya. "You never know, dear, Howmuch I love you. Please don't take my sunshine away." Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus,....terus Michael!"Teruskan sayang!" bisik ibunya.... "The other night, dear,as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands....." dan......Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur..... ... "I'll
always love you and make you happy, if you will only stay the same......." Sang adik kelihatan begitu tenang ....sangat tenang. "Lagi sayang!" bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan.... adiknya kelihatan semakin tenang,relaks dan damai....... lalu tertidur lelap. Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yg satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mukjizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati.
Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahipun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you". Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil seperti Michael untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi. Nyanyian tulus membawa mukjizat.
7.12.2009
Orang yang setia adalah orang yang tetap berpegang pada komitmen yang diucapkannya
KESETIAAN

Banyak orang menyebut dirinya baik hati,tetapi orang yang setia siapakah yang menemukannya?(Amsal 20:6)
Salah satu dari buah roh adalah kesetiaan.Seperti Raja Salomo berkata dalam Amsal bahwa sangata sulit mencari orang yang setia.
kesetiaan adalah suatu sikap yang sabar dan tekun melakukan tanggung jawab yang diberikan.Banyak orang berkata bahwa dirinya baik,
tetapi apakah apakah ada orang yang mengatakan bahwa dirinya setia???Tentunya kita sangat jarang menemui orang yang seperti ini.
Dijaman ini,mungkin kesetiaan adalah seperti barang yang sangat langka dan sulit untuk didapatkan.
Di Edinberg,Skotlandia,ada seorang gembala yang memiliki seekor anjing yang sangat setia.Suatu ketika orang itu meninggal dunia
dan dikebumikan di pekarangan gereja Friar.Anjing itu masuk melewati pagar besi lalu berbaring diatas pekuburan tuannya.
Anjing itu bukan hanya tidur sehari atau sebulan,melainkan selama 12 tahun,sebab pikirnya ia harus tetap menyertai dan menjaga tuannya kemanapun tuannya itu pergi.
Tahukah anda bahwa Allah sedang mencari oarang-orang yang setia??Mengapa yang Allah cari adalah orang yang setia??
1.Hanya orang yang setia yang menghasilkan buah (Mat 25:20-21)
2.Hanya orang yang setia yang dapat memberikan kepuasan dalam hati Allah (Amsal 23:13)
Bukan hasil yang besar yang disukai Allah tetapi kesetiaan itulah yang diinginkanNya.Orang sehebat apapun,tidak akan pernah ada artinya jika ia tidak memiliki kesetiaan.
Bagaiman kehidupan kita saat ini??Adakah Tuhan masih mendapati kita sebagai orang yang selalu setia kepadaNya,Ataukah justru hari-hari ini kesetiaan kita mulai hilang.
Kita tidak lagi setia dalam berdoa,membaca Firman Allah,bahkan beribadah kepadaNyapun kita sudah tidak lagi melakukanya.Firman Allah mengingatkan kita,
bahwa tidak cukup kita menjadi orang-orang yang baik hati,tetapi lebih daripada itu kita harus memiliki kesetiaan dalan hidup kita.Kalau memang saat ini Tuhan mendapati kita
sedang berada dijarak yang begitu jauh dari hadiratNya,baiklah kita mau mengambil keputusan untuk kembali kepada kasih kita yang mula-mula kepada Dia,dan kita mau kembali setia kepadaNYa.
